JARINGAN WAN
Halo pemirsa,ini adalah karya gua yang pertama
Disini saya akan menjelaskan sedikit tentang jaringan WAN
langsung saja kita meluncur kemars..eh tkp maksudnya.
1. PENGERTIAN TOPOLOGI JARINGAN WAN
5. Frame Relay, merupakan protokol untuk pengiriman data pada jaringan publik adalah sebuah protokol WAN high-performance yang beroperasi pada physical layer dan data link layer dari model referensi OSI. Frame Relay awalnya dirancang untuk digunakan di jaringan interface ISDN, tetapi untuk sekarang frame relay digunakan melalui berbagai interface jaringan lainnya juga. Sama halnya dengan protokol x.25, frame relay juga memakai circuit virtual sebagai jalur komunikasi data khusus tetapi frame relay masih lebi baik dari x.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada protokol frame relay. Enkapsulasi paket pada frame relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI (Data Link Connection Identifier) yang mana pembuatan jalur virtual circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antar komputer pelanggan dengan switch atau router sebagai node frame relay.
Disini saya akan menjelaskan sedikit tentang jaringan WAN
langsung saja kita meluncur ke
1. PENGERTIAN TOPOLOGI JARINGAN WAN
Wide Area Network atau WAN, merupakan Jenis Jaringan Komputer yang
lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis Jaringan Komputer LAN dan
MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu
jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya.
Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer LAN dan
WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan Komputer WAN.
Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya
di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut.
Keuntungan Jenis Jaringan Komputer WAN seperti cakupan wilayah
jaringannya lebih luas dari Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN,
tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk
berkomunikasi dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan
keamanan yang lebih, dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta
mempermudah dalam hal bisnis.
Kerugian dari Jenis Jaringan WAN seperti biaya operasional yang
dibutuhkan menjadi lebih banyak, sangat rentan terhadap bahaya pencurian
data-data penting, perawatan untuk jaringan WAN menjadi lebih berat.
untuk lebih lanjut kunjungi.. https://ibrahimmustofa7.wordpress.com/2013/12/18/topologi-jaringan-wan/
Gambar topologi WAN
2.PROTOKOL YANG DIGUNAKAN DALAM WAN
PROTOKOL YANG DIGUNAKAN WAN
1. ATM Asynchronous Transfer Mode
adalah
koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket
switching dengan speed sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps. ATM bisa
mentransmisikan data secara simultan dengan digitized voice, dan
digitized vide baik melalui LAN maupun WAN.
2. HDLC (High Level Data Link Control), ; merupakan suatu
protokol WAN yang bekerja pada data link layer dimana protokol HDLC berfungsi
untuk menetapkan metode enkapsulasi paket data pada synchronous serial. HDLC
keluaran ISO memiliki kelemahan, yakni masih bersifat single protocol yang
berarti hanya untuk komunikasi pada satu protokol, sedangkan untuk HDLC
keluaran CISCO multiprotocol, dimana dapat melakukan komunikasi data dengan
banyak protokol (misal IP, IPX dsb) dan protokol ini terdapat pada layer tiga
secara simultan.
3. PPP (Point to Point) : merupakan protokol pada data link layer yang dapat digunakan untuk komunikasi asynchronous serial maupun synchronous serial. PPP dapat melakukan autentikasi dan bersifat multiprotocol. Protokol ini merupakan pengembangan dari protokol SLIP (Serial Line Interface Protocol) yaitu suatu protokol standar yang menggunakan protokol TCP/IP.
3. PPP (Point to Point) : merupakan protokol pada data link layer yang dapat digunakan untuk komunikasi asynchronous serial maupun synchronous serial. PPP dapat melakukan autentikasi dan bersifat multiprotocol. Protokol ini merupakan pengembangan dari protokol SLIP (Serial Line Interface Protocol) yaitu suatu protokol standar yang menggunakan protokol TCP/IP.
4. X.25 merupakan protokol standar yang mendefinisikan
hubungan antar sebuah terminal dengan jaringan packet switching. Untuk protokol
ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman
data harus mengikuti algoritma algoritma yang ada pada protokol x.25. Protokol
ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu circuis virtual dimana suatu
jalus khusus pada jaringan public yang dipakan untuk komunikasi data antar
protokol x.25.
5. Frame Relay, merupakan protokol untuk pengiriman data pada jaringan publik adalah sebuah protokol WAN high-performance yang beroperasi pada physical layer dan data link layer dari model referensi OSI. Frame Relay awalnya dirancang untuk digunakan di jaringan interface ISDN, tetapi untuk sekarang frame relay digunakan melalui berbagai interface jaringan lainnya juga. Sama halnya dengan protokol x.25, frame relay juga memakai circuit virtual sebagai jalur komunikasi data khusus tetapi frame relay masih lebi baik dari x.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada protokol frame relay. Enkapsulasi paket pada frame relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI (Data Link Connection Identifier) yang mana pembuatan jalur virtual circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antar komputer pelanggan dengan switch atau router sebagai node frame relay.
6. ISDN (Integrated Services Digital Network),
merupakan suatu layanan digital yang berjalan melalui jaringan telepon ISDN
juga protokol komunikasi data yang dapat membawa paket data baik dalam bentuk
text, gambar, suara, video secara simultan. Protokol ISDN beroperasi pada layer
physical, data link, dan network.
7. DSL (Digital subscriber line ) adalah
teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati
kabel yang digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.
Biasanya kecepatan unduh dari DSL berkisar dari 128 kb/d sampai
24.000 kb/d tergantung dari teknologi DSL tersebut. Kecepatan unggah DSL
lebih rendah dari unduh versi ADSL dan sama cepat untuk SDSL. any more...http://pandu21citizen.blogspot.co.id/2015/08/protokol-yang-digunakan-wan.html
3. PENGERTIAN PPP PADA WAN
Point-to-Point Protocol adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2) dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
3. PENGERTIAN PPP PADA WAN
Point-to-Point Protocol adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link (layer 2) dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan.
4. LCP (link control protocol)
Data link adalah medium tramsmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.
Masalah Rancangan Data Link Layer
Data link layer memiliki beberapa fungsi spesifik. Fungsi-fungsi ini meliputi :
-penyediaan interface layanan-layanan baik bagi network layer
-penentuan cara pengelompokan bit dari physical layer ke dalam frame, hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.
Layanan yang disediakan bagi network layer
Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer. Layanannya yang penting adalah pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.
Tiga layanan dari Data Link Layer :
1. Layanan Unacknowledged Connec-tion Less
2. Layanan Acknowledged Connection-Less
3. Layanan Acknowledged Connection-Oriented
Keperluan dan tujuan data link control yaitu :
untuk komunikasi data secara efektif antara dua koneksi stasiun transmisi-penerima secara langsung, untuk melihat kebutuhan bagi data link control :
– Frame synchronization : data dikirim dalam blok-blok yang disebut frame. Awal dan akhir tiap frame harus dapat diidentifikasikan. Memakai variasi dari konfigurasi line.
– Flow control : stasiun pengirim harus tidak mengirim frame-frame pada rate/kecepatan yang lebih cepat daripada stasiun penerima yang dapat menyerapnya.
– Error control : bit-bit error yang dihasilkan oleh sistem transmisi harus diperbaiki.
-Addressing (peng-alamat-an) : pada line multipoint, identitas dari dua stasiun yang berada dalam suatu transmisi harus diketahui.
– Kontrol dan data pada link yang sama : biasanya tidak diinginkan mempunyai path komunikasi yang terpisah untuk sinyal-sinyal kontrol. Karena itu, reciver harus mampu membedakan kontrol informasi dari data yang sedang ditransmisi.
– Link management : permulaan, pemeliharaan dan penghentian dari pertukaran data memerlukan koordinasi dan kerjasama diantara stasiun-stasiun. Diperlukan prosedur untuk manajemen pertukaran ini.
Konfigurasi Data Link :
3 sifat yang membedakannya adalah :
– topologi
Point to point, Multipoint
– duplexity
Simplex transmission, Half-duplex link, Full-duplex link
– line discipline / (rancangan tata tertib)
sumber : https://pradiptadevie.wordpress.com/2012/10/30/pengertian-data-link-control/
5.Serial Line Internet Protocol (SLIP)
adalah kebanyakan enkapsulasi usang dari Internet Protocol yang dirancang untuk bekerja di port serial dan koneksi modem. Hal ini didokumentasikan di RFC 1055. Pada komputer pribadi, SLIP telah digantikan oleh Point-to-Point Protocol (PPP), yang lebih baik penggunannya, memiliki lebih banyak fitur dan tidak memerlukan konfigurasi alamat IP yang harus ditetapkan sebelum dibentuk. Pada mikrokontroler, bagaimanapun, SLIP masih merupakan cara yang disukai encapsulating paket IP karena overhead yang sangat kecil.
6. HDLC ( High Level Data Link Control)
menggunakan transmisi serial synchronous dan menyediakan komunikasi data bebas error diantara 2 titik. High Level Data Link Control menjelaskan struktur frame layer 2 yang memperbolehkan flow control dan error control dan setiap frame memeiliki format yang sama pada frame data atau data control. Pada beberapa jenis router yang ada saat ini, High Level Data Link Control merupakan proprietary sendiri dengan menggunakan sebuah filed proprietary yang mana field ini memungkinkan beberapa jaringan layer protokol untuk berbagi jalur serial yang sama.
Type Frame pada High Level Data Link Control adalah sebagi berikut:
Information frame berfungsi untuk membawa data untuk dikirimkan
Supervisory frame berguna untuk menyediakan mekanisme request dan respond ketika piggy-backing tidak digunakan.
Unnumbered frames berfungsi untuk menyediakan tambahan fungsi dan pengontrolan jalur seperti setup koneksi dan lainnya.
pada setiap frame mempunyai format yang berbeda dan satu atau dua bit pertama dari field control mengidentifikasi type frame.
7. PERANGKAT JARINGAN WAN
berikut ini ada beberapa instalasi penting yang berkaitan dengan proses pada WAN:
*Central Office, yaitu fasilitas perusahaan penyedia jasa WAN pada pelanggan
*CPE (Costomers Presmise Equipment) yaitu perangkat yang terdapat di lokasi pelngan, meliputi pearalataan milik pribadi pelanggan maupun peralatan sewan yang di miliki oleh perusahaan.
*DTE (Data Terminal Equipment) dan DCE (Data Communication Equipment atau Data SCircui- Terminating Equipment). DTE dan DCE merupakan perangkat keras komunikasi data.
*DTE (di sebut juga sirkuit ekor) merupakan tempat informsi masuk atau keluar bagi pengguna (pemakaian
jasa lainnya) maupun komputer.
*DTE dapat berupa terminal (misalnya papan tombol printer, papan tombol-video display , line printer) konverterprotocol, rauter, bridgw, ataupun peralatan komputer.
*DCE merupakan perangkay yang di letakaan dia ntara DTE dan sirkuit transmisi data.perangkat tersebut di miliki oleh penyedia asa layanan WAN, di sewa oleh pemakai jasa lainnya, dan beada di tempat pemakai jasa lainnya
*DCE dapat berupa modem, DSU/CSU, NT1, multiplexer dan paket swicher (untuk layanan frame reley). fungsi DCE adaah mentranslasikan data dai DTE menjadi data yang mudah di pahami oleh protokol WAN.
source: http://syaifulchr.blogspot.co.id/
Data link adalah medium tramsmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.
Masalah Rancangan Data Link Layer
Data link layer memiliki beberapa fungsi spesifik. Fungsi-fungsi ini meliputi :
-penyediaan interface layanan-layanan baik bagi network layer
-penentuan cara pengelompokan bit dari physical layer ke dalam frame, hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.
Layanan yang disediakan bagi network layer
Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer. Layanannya yang penting adalah pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.
Tiga layanan dari Data Link Layer :
1. Layanan Unacknowledged Connec-tion Less
2. Layanan Acknowledged Connection-Less
3. Layanan Acknowledged Connection-Oriented
Keperluan dan tujuan data link control yaitu :
untuk komunikasi data secara efektif antara dua koneksi stasiun transmisi-penerima secara langsung, untuk melihat kebutuhan bagi data link control :
– Frame synchronization : data dikirim dalam blok-blok yang disebut frame. Awal dan akhir tiap frame harus dapat diidentifikasikan. Memakai variasi dari konfigurasi line.
– Flow control : stasiun pengirim harus tidak mengirim frame-frame pada rate/kecepatan yang lebih cepat daripada stasiun penerima yang dapat menyerapnya.
– Error control : bit-bit error yang dihasilkan oleh sistem transmisi harus diperbaiki.
-Addressing (peng-alamat-an) : pada line multipoint, identitas dari dua stasiun yang berada dalam suatu transmisi harus diketahui.
– Kontrol dan data pada link yang sama : biasanya tidak diinginkan mempunyai path komunikasi yang terpisah untuk sinyal-sinyal kontrol. Karena itu, reciver harus mampu membedakan kontrol informasi dari data yang sedang ditransmisi.
– Link management : permulaan, pemeliharaan dan penghentian dari pertukaran data memerlukan koordinasi dan kerjasama diantara stasiun-stasiun. Diperlukan prosedur untuk manajemen pertukaran ini.
Konfigurasi Data Link :
3 sifat yang membedakannya adalah :
– topologi
Point to point, Multipoint
– duplexity
Simplex transmission, Half-duplex link, Full-duplex link
– line discipline / (rancangan tata tertib)
sumber : https://pradiptadevie.wordpress.com/2012/10/30/pengertian-data-link-control/
5.Serial Line Internet Protocol (SLIP)
adalah kebanyakan enkapsulasi usang dari Internet Protocol yang dirancang untuk bekerja di port serial dan koneksi modem. Hal ini didokumentasikan di RFC 1055. Pada komputer pribadi, SLIP telah digantikan oleh Point-to-Point Protocol (PPP), yang lebih baik penggunannya, memiliki lebih banyak fitur dan tidak memerlukan konfigurasi alamat IP yang harus ditetapkan sebelum dibentuk. Pada mikrokontroler, bagaimanapun, SLIP masih merupakan cara yang disukai encapsulating paket IP karena overhead yang sangat kecil.
6. HDLC ( High Level Data Link Control)
menggunakan transmisi serial synchronous dan menyediakan komunikasi data bebas error diantara 2 titik. High Level Data Link Control menjelaskan struktur frame layer 2 yang memperbolehkan flow control dan error control dan setiap frame memeiliki format yang sama pada frame data atau data control. Pada beberapa jenis router yang ada saat ini, High Level Data Link Control merupakan proprietary sendiri dengan menggunakan sebuah filed proprietary yang mana field ini memungkinkan beberapa jaringan layer protokol untuk berbagi jalur serial yang sama.
Type Frame pada High Level Data Link Control adalah sebagi berikut:
Information frame berfungsi untuk membawa data untuk dikirimkan
Supervisory frame berguna untuk menyediakan mekanisme request dan respond ketika piggy-backing tidak digunakan.
Unnumbered frames berfungsi untuk menyediakan tambahan fungsi dan pengontrolan jalur seperti setup koneksi dan lainnya.
pada setiap frame mempunyai format yang berbeda dan satu atau dua bit pertama dari field control mengidentifikasi type frame.
7. PERANGKAT JARINGAN WAN
- Router
- ATM Switch
- Modem and CSU/DSU
- Communication Server
- Multiplexer
- 25/Frame Relay Switches
berikut ini ada beberapa instalasi penting yang berkaitan dengan proses pada WAN:
*Central Office, yaitu fasilitas perusahaan penyedia jasa WAN pada pelanggan
*CPE (Costomers Presmise Equipment) yaitu perangkat yang terdapat di lokasi pelngan, meliputi pearalataan milik pribadi pelanggan maupun peralatan sewan yang di miliki oleh perusahaan.
*DTE (Data Terminal Equipment) dan DCE (Data Communication Equipment atau Data SCircui- Terminating Equipment). DTE dan DCE merupakan perangkat keras komunikasi data.
*DTE (di sebut juga sirkuit ekor) merupakan tempat informsi masuk atau keluar bagi pengguna (pemakaian
jasa lainnya) maupun komputer.
*DTE dapat berupa terminal (misalnya papan tombol printer, papan tombol-video display , line printer) konverterprotocol, rauter, bridgw, ataupun peralatan komputer.
*DCE merupakan perangkay yang di letakaan dia ntara DTE dan sirkuit transmisi data.perangkat tersebut di miliki oleh penyedia asa layanan WAN, di sewa oleh pemakai jasa lainnya, dan beada di tempat pemakai jasa lainnya
*DCE dapat berupa modem, DSU/CSU, NT1, multiplexer dan paket swicher (untuk layanan frame reley). fungsi DCE adaah mentranslasikan data dai DTE menjadi data yang mudah di pahami oleh protokol WAN.
source: http://syaifulchr.blogspot.co.id/


0 komentar: